Berawal dari jualan baju di Olshop,
terbitlah keinginan untuk ikut kursus jahit. Dari jualan tersebut sudah mulai
belajar mengenal beberapa jenis bahan. Tahu ukuran lingkar dada baju. Bisa sedikit memperkirakan ukuran muat atau
tidaknya buat customer. Itu saja. Keinginan menjahitpun baru sebatas omongan
tetapi pikiran tetap saja bingung dan galau kalau melihat pola baju yang berisi
angka-angka dan garis sana garis sini ( di majalah yang dulu suka kasih bonus
pola ). Galau kalau-kalau otak saya kurang bisa mengikuti cara menghitungnya.
Menjahit pakai jarum tangan sih masih
bisa saya lakukan. Tetapi kalau pakai mesin jahit, belum pernah sekalipun saya
menggunakan mesin butterfly jadul yang ada di rumah. Tidak tahu sama sekali fungsi dan cara kerja mesin
jahit. Tetapi akhirnya keinginan semakin kuat setelah saya merasa tidak cocok
lagi dengan jahitan yang ada di Olshop. Atau suka model baju tetapi tidak tahu
carinya di mana. Sebelum ikut kursus saya minta diajari dulu cara ngejalanin
mesin jahit. Lalu mencoba jahit walau jahitannya meliuk kemana mana, yang
penting jahit. Setelah itu dapet ide
dari salah satu blog untuk mencoba jahit lurus dulu. Awalnya susah. Coba terus lalu dilanjut menjahit lingkaran
seperti lingkaran obat nyamuk. Jangan tanya hasilnya, bukan obat nyamuk tetapi
benang kusut haha.
Tetapi saya baru merasakan kalau usaha
saya buat menjahit sangat membantu saat kursus jahit. Ternyata kursus jahit juga
tidak sesulit yang dibayangkan. Katanya waktu dulu kursus jahit cendrung banyak
menulis lalu praktek. Tetapi sekarang lebih menitikberatkan pada praktek.
Petunjuk jahit sudah ada di buku panduan, tinggal kita menambahkan catatan apa-apa
yang kita belum mengerti. Pengalaman di Olshop juga membantu saya dalam
memahami cara mengukur dan mengingatnya. Tetapi tetap saja perlu ketelitian
dalam membuat pola di buku.
Bila kasusnya seperti saya, maka
sebenarnya menjahit itu hobi atau bakat sih? Apa kita harus perlu bakat untuk
menjahit baru akan menjadi hobi? Atau dari hobi kita bisa menemukan bakat
terpendam kita? Menurut saya mungkin dua-duanya benar. Kalau kita punya hobi
maka kita akan menyukai kegiatan yang berhubungan dengan hobi tersebut. Sama
halnya soal menjahit. Kita hobi menjahit maka kita akan berusaha menekuninya.
Lalu bisa juga karena kita punya bakat dalam menjahit atau mendisain busana.
Sehingga kita bisa mengasah bakat tersebut dan bisa menjadi hobi. Intinya
adalah soal bagaimana kita menekuni keduanya. Bila punya bakat tetapi malas,
maka akan terpendam bakatnya. Begitu juga kalau punya hobi tetapi malas
melakukannya dan hanya sekedar hobi dalam ucapan saja, maka hobinya tersebut
akan terpendam saja tanpa tersalurkan.
So buat kamu yang ingin sekali belajar
menjahit tetapi masih ragu, buang keraguan tersebut. Tidak ada hal yang sia-sia
bila hal itu baik dan kita mau mempelajarinya. Menjahit bisa begitu
menyenangkan bila diniatkan dengan baik dan sungguh-sungguh. Bagaimana menurut
kalian?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar