Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2016

Suka Jajan di Luar, Waspadai Hal Berikut ini



Di negara kita semua orang bisa jadi penjual. Tidak perlu surat izin atau registrasi ke pemerintah seperti  peraturan di sebagian besar negara bila kita ingin manjual produk. Indonesia itu surganya kuliner. Beragam macam makanan dari yang khas Indonesia seperti tahu gejrot, gado-gado, mpek-mpek, seblak, atau makanan produk luar negri seperti burger,  pizza atau juga kreasi baru hasil olahan para penjual kita seperti piscok, molen imut, , semuanya bisa kita dapatkan.  Membelinyapun bisa di foodcourt Mall, atau di ruko-ruko atau di abang penjual keliling.   
Nah, sekarang saya coba menulis masalah jajan di pinggir jalan atau di abang penjual keliling. Yang namanya penjual keliling  semuanya dibawa dalam satu gerobak dan semuanya dilayani oleh satu orang saja. Makanan yang dijualnya, bumbu-bumbu, wadah, tempat penyimpanan uang bahkan cucian piring/mangkok semuanya ada dalam satu gerobak yang dibawanya. Sekarang kalau kita jajan salah satu makanan, berikut ini mungkin pernah jadi alasan pembaca tidak jadi beli atau merasa was-was tetapi tetap membeli hehe

Selasa, 29 Desember 2015

Berburu bahan Di Tanah Abang



Tanggal 29 desember 2015 saya dan teman saya ke Tanah abang. Hitung-hitung mengisi libur panjang dan juga ingin sedikit menambah koleksi bahan yang saya punya. Jam 8.30 kereta tetap penuh dengan penumpang. Libur panjang membuat banyak orang bepergian. Saat turun di tanah abang, penumpang yang turun terlihat padat. Tetapi pas sampai di gedung pusat perbelanjaan tanah abang, pengunjung tidak seramai yang terlihat di stasiun.

Jumat, 18 Desember 2015

Berobat THT di Bekasi



Tiga tahun lalu kuping saya pernah mengalami gangguan. Bukan berupa cairan tetapi kuping saya rasanya tertutup sesuatu sehingga pendengaran menjadi berkurang atau lebih tepatnya budeg/tuli sebelah.  Rasanya budek sebelah itu sesuatu banget. Seperti orang oon bloon kalau diajak ngomong seseorang. Dan yang paling menyakitkan adalah saat naik pesawat dan duduk di dekat sayap pesawat di barisan agak belakang. Saat take off kuping ini rasanya sakit sekali dan saya takut kalau-kalau gendang telinga saya pecah saat itu. Baru kali itu saya mengalami gangguan di telinga. Akhirnya saya berinisiatif ke dokter THT. Alhamdulillah dokternya perempuan dan sudah senior. Waktu telinga saya dilihat, dokter itu mengeluarkan alat dan saya kurang memperhatikan saat itu tetapi benda itu dipakai buat mengambil sesuatu dari telinga saya.  Alhamdulillah dokternya sabar sekali. Awalnya saya merasa ada sesuatu yang ditarik karena kuping saya sedikit merespon dengan masuknya suara yang jelas. Lalu dokter tersebut dengan telaten mencoba lagi dan setelah beberapa saat telinga saya seperti terbebas dari sesuatu.plonggg rasanya. Suara disekitar juga terasa jelas. Dokter memperlihatkan benda yang baru saja ditariknya keluar. Olala...ternyata kotoran telinga saya yang sudah mengeras dan lumayan besar. Ada lapisan putih juga disana yang entah apakah itu lapisan di kulit telinga saya yang terkelupas.